Sejuta Asa untuk Bertahan (Lanjutan)
Beberapa bulan setelah itu, Rangga mengundang keluarga Revi untuk makan malam di rumah pamannya. Ini bukan makan malam mewah, hanya masakan sederhana yang ia buat sendiri dengan bantuan pamannya. Di sela-sela makan malam, Rangga berdiri dan berkata dengan tenang, “Pak, Bu, saya tahu saya bukan orang kaya atau terkenal. Tapi saya mencintai Revi dengan seluruh hati saya. Saya bekerja keras setiap hari agar bisa memberikan masa depan yang baik untuknya. Saya ingin membahagiakan Revi, bukan hanya dengan kata-kata, tapi dengan tindakan nyata.”
Ruangan menjadi hening. Orang tua Revi saling bertukar pandang. Dalam hati mereka, ada kekaguman atas keberanian Rangga. Ayah Revi akhirnya berkata, “Rangga, kami menghargai usahamu. Tapi membahagiakan seseorang itu bukan hanya soal cinta. Itu juga soal tanggung jawab.”
Rangga mengangguk. “Saya paham, Pak. Dan saya siap membuktikan bahwa saya bisa bertanggung jawab.”
Dari hari itu, hubungan mereka perlahan mulai diterima. Walaupun tidak mudah, Rangga dan Revi terus melangkah bersama, membangun kepercayaan keluarga dengan kerja keras dan cinta yang tak tergoyahkan.
Beberapa bulan kemudian, Rangga datang dengan kabar baik. Ia berhasil mengumpulkan cukup uang untuk membuka bengkel kecilnya sendiri. Dengan bangga, ia menunjukkan lokasi bengkel itu pada Revi. “Ini langkah pertama kita, Revi. Aku ingin ini jadi awal dari masa depan kita.”
Revi tersenyum, matanya berkaca-kaca. “Aku selalu percaya padamu, Rangga. Kita akan lewati semuanya bersama.”
Perjuangan mereka memang belum selesai. Namun, bagi Rangga dan Revi, setiap langkah kecil adalah bukti cinta yang mereka bangun bersama. Dengan cinta, keberanian, dan kerja keras, mereka tahu bahwa kebahagiaan sejati ada di tangan mereka sendiri.
Hari itu, di bawah langit biru yang cerah, mereka berdiri bersama di depan bengkel baru itu. Bagi dunia, mungkin hanya sebuah bangunan kecil. Tapi bagi mereka, itu adalah simbol dari cinta yang tidak pernah menyerah.
Rangga menggenggam tangan Revi erat, lalu berkata, “Aku janji, Revi, tidak peduli apa pun rintangannya, aku akan selalu berjuang untuk kita.”
Revi mengangguk, senyumnya merekah. “Aku juga, Rangga. Selalu.”
.jpg)