Gusar


 


Pemandangan ini bukanlah yang pertama kali

Ketika gelora membara di dalam hati

Melihat mesranya sepasang kekasih

Bak awan yang berjalan serasi

            Ingin rasanya mengulang percintaan yang dulu ada

            Saling mengisi, berbagi dan menemani setiap diri

            Gemericik tetesan kasih selalu mengisi

            Tiap celah, tiap retakan dan palung jiwa

Ketika ku tersadar dari gendam cinta

Yang membuat siapa saja lupa segalanya

Ku temukan orientasi yang telah hampir mati

Sedikit demi sedikit mulai nampak di ufuk pagi

Ahhh.... perasaan itu kembali muncul

Seolah tak memberiku kesempatan indah

Mencicipi hedonnya cinta masa remaja

Apakah ini takdir yang harus kupikul ??

Sebagai tanda bahwa the First mesti siaga

Dari glamor yang nantinya membawa sampah

            Semester demi semester kulewati yang tak terasa sudah berganti

            Menyisakan ribuan goresan perih

            Kenangan indah dan sedih datang secara pasti

            Dan nasehat serta pesan yang diwanti-wanti

            Menjadi penguat raga ini meniti

Bagaimanapun diriku ini manusia biasa

Yang hanya bisa menghadapi kenyataan

Sambil berucap...

Hati ini merintih dalam senyuman


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url